Sunday, October 21, 2012

Matakuliah Kapita Selekta & Teknik Periklanan Sesion 1

Kapita Selekta


Tujuan Instruksional Umum :


Mata kuliah ini bertujuan , memberi pemahaman

dan membiasakan / melatih mahasiswa untuk:

   1. Menjadi  profesional -pribadi starter,penuh

       inisiatif,kreatif sebagai pengelola program PR.

     2. Menjadi partner strategis / bisnis bagi

       manajemen untuk pengambilan keputusan

       yang tepat guna menjaga harmoni perilaku

       bisnis,untuk mencapai target &pengembangan

       perusahaan.

  3. Menjadi figur PR beretika , memiliki integritas

       bermartabatGood Citizen ,dengan life/soft

       skills unggul.

Silahkan download di bawah ini

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7

Teknik Periklanan

Downlaod aja ya di bawah ini

Slide 3

Slide 4

Friday, July 20, 2012

Mahasiswa Mengajar Untuk Pendidikan Bangsa

      Nama saya Oky Harpanto, Inilah langkah awal mengajar sejak bulan Maret 2011. Sejak di ajak orang mengajar di Kelurahan Sambiroto dan kagok, Semarang. Sejak itu awal mengajar memang melihat anak-anak belum bisa di bayangkan dan bertanya pada diri sendiri. "apakah aku mampu mengajar anak SD-SMP?". Pertanyaan itu sungguh membuatku bingung karena saya hanya suka namun belum bisa mengajar. Akhirnya saya ingat untuk apa sekolah 14tahun yang pernah tidak naik juga sewaktu SD membuang waktu dan ilmu dengan tidak menularkannya.

      Sejak saat itu aku mulai bersih teguh ingin mengajar anak-anak pelajaran yang kiranya saya bisa dan saya kuasai. Memang pernah gagal namun bukan penggagal yang menularkan kegagalannya namun keberhasilan pada prosesnya agar tidak gagal. Untuk itu aku mulai mengajar pertama di tawari pertemuan dengan tarif 15rb secara les privat, namun aku tak mengenal nilai rupiah tapi ilmu yang aku bagikan bisa bermanfaat dan bisa di cerna oleh anak-anak. Bahkan sampai kepikiran bagaimana menjawab pertanyaan anak itu sewaktu bertanya sedangkan saya sempat lupa materinya. Memang saya pernah di bayar untuk les privat namun saya juga rela untuk tidak di bayar dengan uang asalkan anak yang saya ajarkan senang dan bisa menangkap materinya, itu harapan saya.


       Sejak itu bergilirnya waktu, saya beniat untuk membuat organisasi berbasis sosial dan pendidikan. Entah dari mana dan atas dasar apa awal terfikir ingin memberikan kontribusi nyata kepada anak-anak lewat pendidikannya. Lantas aku mengajar satu temanku untuk mengajar bahasa inggris, aku sendiri mengajar matematika, lalu temanku mengajak dua temannya yang bisa mata pelajaran matematika pula, saat itu mulai tambah dan berkurang relawan yang saya ajak.
       Memang dalam dunia pendidikan terutama anak-anak yang membutuhkan pendidikan ekstra yang mana nilai dan kretifitas harus di pertahankan. Sejak itulah awal bulan April 2011 saya merintis organisasi sosial yang belum berbadan. Namanya HIMPS (Himpunan Mahasiswa Peduli Sosial), saya mencari relawan yang berbasis mahasiswa agar bisa menyebarkan ilmunya secara sukarela dan mau tidak di bayar dengan uang. Dengan memberikan tambahan materi baik dari pelajaran matematika dan bahasa inggris, maupun dari segi kreatifitas dan kemauan untuk belajar. Mereka sederhana, namun dorongan belajar untuk datang ke tempat belajar sangat kuat terlebih mendapatkan ilmu. Pendidikan secara outdoor dan indoor yang kami ajarkan selain belajar di dalam ruangan juga belajar di luar ruangan seperti Outbond agar mengasah ketangkasan anak.
       Sampai berbulan-bulan dan setahun sudah akhirnya bisa membangun organisasi yang berbadan di UNDIP, FISIP. Hal ini tak lepas dari peran teman-teman yang membantu anak untuk berfikir, berkreatifitas dan mendapatkan pengalaman, bahkan mereka yang kami ajar sangat bersemangat dan paling bangga ketika mereka lulus dan naik kelas hal ini terbukti kita bisa di percaya oleh mereka dan orang tua mereka, walopun kekurangan setidaknya mereka sudah memberikan hal yang terbaik untuk orang tuanya. saya dan teman-teman berharap mereka tidak melenceng ke arah negatif dari pendidikan yang sesungguhnya dan tidak mengikuti jejak anak jalanan.
      Bagi saya ilmu yang di simpan hingga bertahun-tahun namun tidak di tularkan apalah artinya. Ing ngangso suntulodho ing madya mangun karso tutwuri handayani. Terimakasih guru, orang tua, kawan dan allah yang selalu menuntunku hingga saat ini.

Monday, July 16, 2012

Tulisan di atas pasir

    

     Pada pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, brcanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba terdengar pertengkaran sengit di antara mereka. Kemudian, salah seorang yang bertubuh besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang di pukul seketika diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa bicara sepatah katapun, dengan sebatang tongkat dia menulis sebuah kalimat di atas pasir. "Hari ini temanku telah memukul aku!!!"
     Teman yang lebih besar merasa tidak enak. ia tersipu malu, tidak pula berkata apa-apa. Setelah berdiam-diaman beberapa saat,bagaimana lazimnya anak-anak, merekapun segera bermain bersama. Saat lari berkejaran, karna tidak brhati-hati, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lubang perangkap yang dipakai menangkap binatang "Aduh . . Tolong . . Tolong!" ia berteriak kaget minta tolong.
     Temannya segera menengok ke dalam lubang dan segera berseru, "Teman apakah kau terluka? jangan takut tunggu sebentar, aku segera mencari tali untuk menolongmu." Bergegas anak itu mencari tali. Saat ia kembali ia berteriak berusaha menenangkan temannya sambil mengikat tali ke sebatang pohon. "Teman, aku sudah datang! talinya akan ku ikat ke pohon, sisanya akan ku lempar ke kamu. Tangkap dan ikatkan di pinggangmu. Pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang."
     Dengan susah payah akhirnya teman kecil itupun berhasil keluar dari lubang dengan selamat. Sekali lagi dengan mata berkaca-kaca, ia berkata "Terimakasih sobat!" kemudian ia bergegas lari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis sebuah kalimat lain di atas batu itu, "Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku".
   Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya keheranan, "Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?" Anak yang di pukul itu menjawab sabar, " Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak. Tapi ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu pantas di kenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku. Sekali lagi terimakasih sobat."
      Mendengar penjelasan itu, sobat kecil yang tadi memukul merasa menyesal dan segera merangkul sahabatnya, "Aku juga berterimakasih sobat, walopun umurmu lebih kecil dariku, tetapi kamu lebih bijaksana di banding aku. "tak lama mereka segera bermain bersama lagi dan menjalin persahabatan dengan baik di masa mendatang.
 
Pembaca yang baik
     Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam adalah tidak sehat secara mentalitas. Apabila orang yang kita benci itu tidak sengaja melakukan, bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa perbuatannya telah menyakiti hati kita. Sungguh itu adalah energi yang terbuang sia-sia. Bahkan tidak jarang, memikirkan kesalahan orang lain, diri sendiri merasa tersiksa, tidak bisa tidur bahkan tidak enak makan. Akhirnya yang terjadi adalah kerugian bagi diri kita sendiri.
     Sesungguhnya, memberi maaf tidak pernah merugikan kita, bahkan akan membuat hati kita lega dan terbebas dari beban kebencian dan dendam. Seuntai kata maaf yang di sertai dengan ketulusan, akan bisa mengubah hati yang panas menjadi sejuk dan emosi yang meluap bisa menjadi reda.
      Mari biasakan diri untuk berlatih, saat ada orang yang berbuat salah kepada kita, tuliskan kesalahan itu di atas pasir, bahkan di udara. Dengan begitu, kesalahan tersebut berlalu, menguap bersama tiupan angin, sehinga kita tidak perlu menghabiskan energi dengan membenci orang lain dan hilang kesempatan untuk bahagia.
     Sebaiknya saat kita di tolong orang, sekecil dan seremeh apapun pertolongan itu, kita sepantasnya mengingat laksana mengukir tulisan di batu karang. Dengan mengingat kebaikan orang, maka kita kan hidup bersemangat dan di penuhi rasa syukur.
Oleh : Andrie Wongso   

Noda hitam di kertas putih

     Di sebuah desa, tinggallah sebuah keluarga bersama anak tunggal mereka. Karena anak semata wayang, si anak cenderung manja dan kurang mandiri. orang tuanya sering menasehati kebiasaan yang kurang baik itu. Terutama kebiasaannya menyalahkan orang lain, entah kawan, atau bahkan orang tuanya sendiri. Anak itu selalu padai mencari-cari dan menunjukkan kesalahan orang lain, bahkan kadang hanya bertujuan untuk mempermalukan orang yang berbuat salah walopun tanpa sengaja. 
     Suatu hari karena kurang hati-hati, anak tersebut terjatuh. Dia segera berteriak kepada ayahnya, "Aduh, ayah sih meletakkan ember di sembarang tempat! aku jadi jatuh, sakit nih." Ayahnya menolog sambil berkata, "bukan salah ayah atau embernya, ember itu setiap hari berada di tempatnya, tetapi kamu yang tidak berhati-hati berjalan sehingga terpeleset dan terjatuh. Dengan bersungut-sungut si anak pergi begitu saja.
    Pada suatu ketika si anak berjalan-jalan di pinggir hutan. di tengah hutan, matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya."wah madu lebah itu pasti enak dan menyehatkan badan. aku akan usir lebah-lebah itu dan mengambil madunya." Maka, iapun mengambil sebatang bambu dan mulai menyodok sarang lebah dengan keras ribuan lebah merasa terusik dan berbalik menyerang si anak. Melihat binatang kecil yang begitu banyak berterbangan ke arahnya, segera ia berlari terbirit-birit. Dan lebah yang marahpun mengejar dan mulai menyengat.
     "Aduh . . tolong . . tolong, " anak itu berusaha lari dan menghindar. Ketika tiba di tepi sungai, segera ia menceburkan disana. Tak lama kemudian, lebah lebah itu meinggalkan buruannya yang basah dan kesakitan. Dari kejauhan mendengar teriakan anaknya, sang ayah bergegas berlari mendatangi untuk menolognya.
     Setibanya disana, si anak dengan muka kesal dan nada marah berkata keras kepada ayahnya, "Mengaapa ayah tidak segera menolongku? liat nih, bajuku basah kuyup kedinginan, badanku sakit terkena sengatan lebah! Seandainya ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha meyelamatkanku  sehingga aku tak perlu mengalami hal seperti ini. Semua ini salah ayah!" Ujarnya seraya mengibaskan dengan kasar tangan ayahnya yang telulur. Sang ayah yag berniat menolog menjadi berdiam kaget dan menghela napas. Merekapun berjala pulang bersama-sama sambil berdiam diri.
      Malam harinya mejelang tidur, sang ayah menghampiri anaknya sambil membawa selembar kertas putih, "Anakku apa yang kamu lihat di kertas ini?" setelah memperhatikan sejenak si anak menjawab, "itu hanya kertas putih biasa tidak ada gambar. kenapa ayah menanyakan?" tanpa menjawab ayahnya menggunakan sebuah bulpoin untuk membuat titik hitam di kertas putih itu. "apa yang kamu lihat di kertas putih ini?"


     Ada gambar titik hitam di kertas putih itu! jawab si anak keheranan. "Anakku mengapa engkau hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Ketahuilah anakku kertas putih ini sama seperti cara memandangmu. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan ayah maupun kesalahan orang lain, padahal masih begitu banyak hal-hal baik telah ayah dan orang lain lakukan kepadamu. Semua kebaikan orang lain, seberapa besar pun seakan-akan tidak ada artinya, sebab engkau hanya melihat dan memperhatikan noda hitam itu, yakni kesalahan orang lain, yang walau sekecil apapun menjadikanmu marah-marah dan tidak senang hati. Sikapmu tidak terpuji dan harus di ubah! kesialan yang datang padamu karena ketidak hati-hatianmu, jangan kau limpahkan kepada orang lain. Apakah kamu mengerti?" sambil menundukan kepala si anak mengangguk dan menjawab lirih, Maafkan ananda yah. Ananda salah selama ini. Tolong ingatkan bila ananda masih melakukan hal yang sama.
     
     Pembaca yang bijak,
     Pepatah mengatakan, "Gajah di pelupuk mata tidak nampak, semut di seberang lautan kelihatan." Kalo setiap masalah yang timbul kita bisa melihat kelemahan kita dahulu, bukan kesalahan orang lain, maka sikap positif itu akan memudahkan kita setiap problem yang muncul. Kita akan mengoreksi kesalahan dan sekaligus mengembangkan kekayaaan mental kita demi kemajuan diri.
     Sebaliknya kebaikan orang lain, sekecil apapun, janganlah tidak berarti di mata kita. Apalagi kebaikan orang tua sendiri. Titik hitam yang tergores, apa lagi bila tidak sengaja, tidak berarti menghilangkan lembaran luas di kertas putih yang berupa semua kebaikan yang sudah di lakukan untuk kita.
      Mari kita koreksi diri kita sendiri, sebelum menyalahkan orang lain. Lihat benar-benar dari manakah sumber sebuah masalah, jangan buru-buru menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam. Sebab, dengan mau mencari tahu kesalahan kelemahan diri sendiri, maka kita siap untuk belajar dan memperbaiki kesalahan yang ada. Dengan sikap mental positif yang sudah terbangun, tentu ini merupakan modal untuk kita menciptakan kesuksessan hidup yang lebih baik.

oleh Andrie Wongso-Motivator no.1

Monday, May 14, 2012

Bedah Buku The Untold Stories




UNDIP – Lembaga Pers  Mahasiswa Manunggal yang bekerjasama dengan Yayasan Harapan Kita  menggelar bedah buku karya Mahpudi, Dwitri Waluyo, Donna Sita, dan Anita Dewi di laksanakan (9/5) Bertempat di ruang Auditorium, gedung A lantai tiga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip, acara dihadiri 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, guru, dan masyarakat umum. Acara ini di hadiri oleh perwakilan dari gubernur jawa tengah, pangdam diponegoro, kepolisian semarang serta perwakilan dari undip yaitu pembantu dekan III.
Acara yang dimulai pukul 09.00 telah berlangsung dengan membawa pembukaan lagu Indonesia raya. Banyak yang memberikan aapresiasi yang besar terhadap buku tersebut baik dari kesehariaan maupun kehidupan di saat menjadi presiden Indonesia. Pada pembukaan yang pertama yang dibuka oleh moderator Dwitri Waluyo, redaktur pelaksana majalah Gatra, acara akan mengupas kehidupan Pak Harto yang selama ini masyarakat belum banyak tahu. Selain itu Indonesia memiliki banyak tokoh besar yang berjasa mengubah bangsa, namun belum banyak cerita yang dibukukan. Kisah hidup presiden ke dua Indonesia, Soeharto telah dibukukan dengan mengumpulkan cerita dari 113 narasumber. Keluarga, ajudan, rekan kerja, deretan menteri, hingga pemimpin negara lain menjadi orang yang pernah dekat dan bersedia menulis atau diwawancarai hingga melahirkan buku bertajuk Pak Harto “The Untold Stories”.  
Sesi pertama dari pembicara yaitu pemaparan dari Soenarto Soedarmo, sebagai penulis notulen sidang kabinet yang membuat sidang ekonomi maupun politik. Beliau juga mengenal dekat sosok presiden yang menjamin kecukupan sandang, papan, dan pangan rakyatnya ini. Sisi humanis Pak Harto akan tergambar dari cerita orang yang lama menjalin relasi, seperti Dr. Soenarto ini. Beliau juga memaparkan apabila pak soeharto siap mundur jika di kehendaki oleh masyarakat dan sesuai prosedur UU dasar 45.
Pada sesi kedua yang di paparkan oleh Dr. Sukardi Rinakit, seorang pengamat politik, akan memberi penggambaran bagaimana gaya perpolitikan Pak Harto. Bagaimana Pak Harto hidup dalam kondisi yang banyak ”otoriter”, meski banyak pula pihak yang menyanjung setiap kebijakannya disampaikan juga . “Pada saat saya menjadi mahasiswa saya juga menolak keras aturan yang di ambil oleh presiden sampai-sampai saya demo dan di tangkap sebanyak 4 kali” katanya sambil tertawa. Pak harto juga merupakan sosok yang STMJ yaitu Sederhana yang artinya segalanya menggunakan sederhana mungkin, Tekun artinya hidup harus teman, Memimpin, yang artinya semua satu bangsa, Jail karena pak Harto seorang yang kadang bisa jail.
Pada sesi terakhir sebagai pembicara menghadirkan Dr. Adi Nugroho, dosen Komunikasi Undip. Mengenal gaya Pak Harto dalam menjalin relasi dan menarik simpati orang yang mengenalnya menjadi menarik. Pasalnya, Pak Harto dikenal karena kemampuannya merangkul seluruh masyarakat Indonesia yang tersebar luas. Dengan memaparkan melalui slide-slide yang mengerti bagaimana cerita yang berada di dalam buku tersebut yang mana memberikan pengertian arti penting dalam memberikan sikap terhadap masa pemerintahan presiden soeharto.
Dikesempatan terkhir sempat di adakan Tanya jawab yang di pertanyakan oleh mahasiswa bahkan ada dosen yang mempertanyakan hal tersebut kepada pembicara. Oky Harpanto

Wednesday, May 2, 2012

Pria dan Wanita Punya Selera

Setiap orang pasti memiliki pemikiran dan impian-impian tentang suatu hubungan yang bahagia. Michelle Cove, seorang penulis, melakukan wawancara terhadap pria dan wanita lebih dari 100. Dia mencoba menentukan apa saja yang menjadi keinginan dari mimpi tentang suatu hubungan. Cove menyimpulkan 10 kategori, berikut keterangannya :
1. Pencari "Soulmate"
Hal ini percaya setiap rang memiliki belahan jiwa dan ia akan melakukan apa saja untuk menemukan "the one". Sayangnya, terkadang ia terlalu berfokus untuk mencari pasangan yang tepat sehingga melewatkan pasangannya yang mungkin cocok untuknya.
2. Ingin Bangkit
Lajang yang baru saja mengakhiri hubungan yang menyakitkan akan melakukan apapun yang bisa di lakukan untuk bangkit dari keterpurukan dan menjadi lebih baik. Ia tidak menyesali apa yang terjadi dan berusaha mengambil hikmah dari semua peristiwa yang terjadi.
3. Mengalir Saja
Hal seperti ini lebih suka hidupnya mengalir begitu saja. Dia lebih suka sendiri dari pada berburu pasangannya dengan berbagai cara. Bila akhirnya bertemu jodoh, hal itu terjadi secara alami.
4. Menunggu
Mereka percaya dengan kisah-kisah dongeng, dimana salah satu pasangan menunggu untuk "diselamatkan" oleh seorang pangeran atau permaisuri. Dengan sendirinya yakin akan meneumur hidupnya mukan pasangannya dan memilih menunggu pasangan tersebut.
5. Telat Kawin
Seumur hidupnya dia memuaskan keinginna dirinya untuk meraih kepuasan, entah itu ada dalam karier, pergaulan, maupun pencapaian lainnya. Ketika akhirnya ia merasa sudah waktunya mencari calon, ia mnghentikan begitu saja aktifitas yang semula menjadi preoritas.
6. Tipe Bebas
Pada kategori ini, selalu mengkhawatirkan apakah ia harus memilih hidup sendiri dan berkomitmen.biasanya ia akan memilih hidup sendiri tetapi bebas menentukan hidupnya.
7. Ingin Menikah
Biasanya akan baru berkhayal tentang suatu pernikahan setelah seumur hidupnya tidak memperdulikan konsep pernikahan. Hal ini biasanya terdorong oleh suatu peristiwa besar yang membuka pikiran bahwa sesuatu semula diyakininya ternyata tidak tepat.
8. Pembelot
Perempuan yang tidak lagi ingin hidup dengan cara yang sama dijalani komunitasnya, meskipun dulu penganut gaya hidup tersebut. Ia ingin menentukan cara yang sesuai dengan pilihan hatinya meskipun itu berarti harus meninggalkan teman-temannya.
9. Ingin Beda
Perempuan yang ingin menikah, tetapi juga merasakan kekuatan untuk menjalani suatu pernikahan yang tidak konvensional. Perbedaan itu dimulai sejak konsep pernikahannya.
10. Lambat dan Mantab
Mungkin juga kebanyakan pasangan pada umumnya, berharap menikah pada waktu yang tepat, sementara itu dia akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menghiraukan segala desakan dari teman atau keluarganya.

Setiap orang pasti memiliki kategori tersendiri untuk menentukan hidupnya, tidak ada orang yang sempurna menjalani sebuah hubungan. Jadi termasuk kategori apakah anda?

Saturday, March 31, 2012

Mentalitas Diri Dalam Menghadapi Masalah


Dalam kehidupan anda, pastilah pernah dan sedang mempunyai masalah. Baik masalah dari orang lain maupun dari diri sendiri. Ketika anda akan megalami masalah tersebut, maka anda akan mencoba menyelesaikan masalah dengan mencari bagaimana bentuknya.Namun begitu, masalah yang muncul kadang memberikan arti penting dalam hidup untuk menyelesaikannya. Sebenarnya anda mampu memecahkan setiap masalah yang menimpa, karena masalah itu datang dari diri anda.
Rasanya tidak mungkin mungkin anda akan menjalani hidup anpa adanya masalah karena makna hidup sendiri. Seseorang bisa saja berganti-ganti ideologi atau agama, tapi masalah tetap ada. Seperti yang dikaakan Oscar Wilde, "Life is just one thing after another", artinya kehidupan adalah lompatan dari masalah satu ke masalah lain. Jadi, mustahil kemudian apabila anda akan menjalani hidup anda tanpa adanya sebuah masalah.
Berikut ini adalah bentuk-bentuk mentalitas dalam menghadapi masalah :
1. Optimis Menghadapi Masalah
Berbagai studi menunjukkan bahwa orang-orang optimis, jarang sekali menemui sebuah kegagalan dalam kehidupannya dan apabila ia mengalami kegagalan maka ia akan bangkit dari keterpurukan dirinya. Optimisme membuat anda lebih tabah dalam menghadapi masalah jika memang sudah terjadi maka waktunya hanya sebentar saja. Buatlah jurnal kebahagiaan setiap malam minggu misalnya, luangkan waktu untuk hal-hal yang membuat anda tersenyum. Lihatlah masalah sebagai tantangan bukan ancaman. Kalau masalah dimaknakan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi anda, maka masalah akan menjadikan diri anda sebuah nilai yang positif seperti apa yang anda kerjakan. Karena tidak adaa masalah yang datang, tapi tidak keluar.
2. Sabar Menghadapi Masalah
sebagian orang yang telah merasakan dahsyatnya manusia yang sabar, mereka akan mendifinisikan bahwa sabar adalah merupakan sebagian dari nikmat betiniah yang tak ternilai harganya, betapa maalnya harga sabar itu seingga tidak semua manusia bisa membelinya, hanya orang-orang yang mau mengendalikan  dirinya yang akan bisa membelinya, karena apa? sabar merupakan tingkatan tinggi yang susa untuk di jangkau seseorang. Sebagian orang menemukan sabar yang bermacam-macam, misalnya dengan berolahraga, mencuci pakaian, memasak, dan lainnya. Pepatah mengatakan bahwa "Mata tidak selalu memandang ke atas tapi juga bisa memandang ke bawah". Membandingkan diri anda dengan orang-orang yang beruntung akan menimbulkan masalah, yaitu rasa iri tidak puas menghadapi hidup, sedangkan orang yang membandingkan diri anda menjadi susah atau lebih menderita maka akan mendatangkan rasa syukur. Rasa Syukur itu melahirkan kesabaran kepada Allah.
3. Jujur Menghadapi Masalah
kejujuran tidak mengenal batas waktu dan usia, baik tua maupun muda. Kejujuran juga tidak mengenal tempat dan ruang dimanapun anda dan apa yang anda sedang alami. Kejujuran mutlak di perlukan, baik kejujuran mengenai bosan, cemburu, mendua, ataupun kesetiaan anda menghadapi masalah. Dengan jujur dan berterus terang kepada orang lain,  kadang anda terbantu sehingga bisa mengatasi masalah dengan baik dan tepat. Kejujuran sebenarnya perilaku yang efisien. Tidak pernah ada yang mengatakan bahwa sebuah kejujuran akan mendatangkan sesuatu yang bisa mematikan hati kita untuk berbuat yang lebih baik lagi. Namun apabila anda memiliki seseorang teman yang sudah anda ketahui latar belakang ketidakjujurannya, kemudian sekalipun ia meminta tolong maka akan sulit untuk membantu teman anda tersebut.
4. Percaya Diri Mengatasi Masalah
Percaya terhadap diri sendiri merupakan senjata yang cukup ampuh untuk menguasai masalah yang muncul di hadapan anda. Akan menjadi aneh jika anda tidak percaya diri terhadap hal apapun yang terjadi dalam kehidupan anda. Bukankah anda berani untuk hidup dan melakukan hal-hal yang membuat anda merasa senang, suka, dan bahagia. Kalo anda tidak percaya diri saat mengalami masalah maka anda jangan pernah mengaku untuk hidup karena sebenarnya hidup itu adalah sebuah masala bagi diri anda. Jadi, ketika anda sudah tudak mempunyai rasa bahwa anda memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai persoalan hidup maka sebenarnya anda telah kalah dengan kehidupan itu sendiri. Untuk membangkitkan rasa percaya diri, cobalah anda mengingat haal-al yang positif yang telah anda capai sebelumnya. Seperti saat mendapatkan prestasi, pengalaman yang mengesankan, mencapai kepuasan dan lain-lain. 
5. Ridha Menerima Masalah
Menerima segala hal yang terjadi, apapun bentuknya adalah sesuatu yang begitu sulit untuk di lakukan oleh beberapa orang. Adapun bentuk dari kesuksesan yang terindah adalah melalui jalan yang berliku-liku, terjal dan menyakitkan. Mustahil apa bila anda menikmati apa yang sedang anda inginkan , jika anda tidak suka dengan hal-hal yang membuat jalan sampai pada kenikmatan tersebut. Begitu juga terhadap hidup anda, kalo anda masih mengakui saat ini berada pada tataran kehidupan dan mengakui bahwa anda masih cinta terhadap hidup, maka anda harus mengerti pula bahwa anda masih cinta terhadap hidup, maka anda mengerti pula bahwa hidup tidak hanya berisi hal-hal yang baik saja, tetapi buruk dan paitpun ada di dalamnya. Anda wajib bisa menerima sesuatu yang bisa di hasilkan hidup walopun sangat menyakitkan tetapi itulah kenyataannya. Masalah yang datang dan menimpa adalah salah satu dari bagian yang tak terbantahkan dari kenyataan bahwa anda sedang menjalani kehidupan ini. Apapun resikonya, mampu atau tidak mampu, anda arus menerima kosekwensi ini.
6. Tanggung Jawab Terhadap Masalah
Bertanggung jawab terhadap masalah berarti anda merasa memiliki masalah yang anda hadapi. Ketika merasa memiliki maka seharusnya anda menjaga masalah sebagai suatu kesatuan dalam menjalani hidup, bukan melarikan diri pada saat masalam menghampiri anda. Manusia terlahir di dunia sebagai makluk sosial yang memiliki kepedulian teradap sesuatu yang berada di sekitar anda. Efek yang diciptakan masalah ketika memasuki kehidupan tidak hanya anda rasakan sendiri sebagai piak yang bersangkutan. Cobalah anda pahami ketika masalah terjadi pada anda maka yang merasakan pertama kali tentunya diri anda sendiri. Secara keseluruhan, masalah yang anda alami akan melahirkan kerikil-kerikil kecil yang akan menimpa orang lain juga berada dalam lingkungan anda. Bentuk kepedulian ini adalah salah satu rasa bentuk tanggung jawab orang-orang sekitar anda terhadap apa yang anda derita.
Oleh karena itu, akan termasuk orang-orang yang tidak memiliki jiwa sosial jika ia tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan harus melibatkan orang banyak dalam menyeleaikannya.